large image
Cakupan Akta Kematian Belum Maksimal
Kategori Berita | Diposting pada : 2019-07-09 -|- 09:41:00 oleh Admin
Bagikan Artikel ini :

Mayoritas masyarakat Kota Cilegon memandang akta kematian tidak penting, padahal pemerintah telah mewajibkan pembuatan akta, mulai dari akta kelahiran hingga akta kematian. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Cilegon, Hayati Nufus mengatakan bahwa jumlah pemohon akta kematian di peringkat terkecil pada deretan jumlah pemohon akta-akta di dinasnya. Tercatat, hanya 50 persen masyarakat yang membuat akta tersebut. "pemohon KTP-el telah tercatat 100 persen, KIA 72 persen dan akta kelahiran 88 persen.Padahal, akta kematian cukup penting untuk digunakan sebagai data kematian, dimana data tersebut dipakai untuk kepentingan program-program pemerintah daerah dan pusat.


Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, maka Disdukcapil Kota Cilegon akan gencar melakukan sosialisasi kepada para Ketua RT dan RW. "Ketua RT dan RW akan kami berikan sosialisasi. Sehingga, ketika ada warganya yang meninggal dunia, para ketua RT mengimbau, agar kerabatnya segera membuat akta," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Disdukcapil Kota Cilegon, Yaya Samdia menuturkan sejauh ini, masyarakat yang memohon pembuatan akta kematian hanya mereka yang berkepentingan. "Biasanya pembuatan akta kematian dilakukan untuk keperluan jaminan sosial kematian atau asuransi dalam sebuah perusahaan. Ada juga untuk prasyarat menikah lagi bagi yang pasangannya meninggal dunia,"ucapnya.



List Berita Lainnya
KONTAK
Klik Gambar di Bawah ini
POOLING

Bagaimana menurut pendapat anda tentang layanan di website ini?

Kurang
Cukup
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Hasil Polling
DOKUMENTASI
SOSIAL MEDIA